Latest News
Kamis, 16 Januari 2020

5 Lokasi Wisata Sejarah yang Dekat dengan Venue Muktamar Muhammadiyah


Kraton Surakarta
CIAMISMU.COM – Surakarta sebagai kota tempat diselenggarakannya Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah, ternyata memiliki sejumlah lokasi wisata sejarah menarik.
Hal ini tentu bisa dimanafaatkan oleh para muktamirin ataupun para penggembira untuk mengunjungi sejumah wisata sejarah di Kota Surakarta. Apalagi kota Surakarta atau yang sering disingkat menjas Solo tersebut merupakan wilayah yang penuh dengan sarat sejarah.


Berikut kami kutipkan sejumlah lokasi wisata sejarah yang bisa dikunjungi para penggembiran dan muktamirin:

1.     Museum Batik Danar Hadi
 
Museum Danur Hadi

Museum Batik Danar Hadi terletak di Jalan Brigjend Slamet Riyadi No.261 Surakarta, untuk harga tiket masuk per orang sebesar Rp 35,000 yang dimana kita langsung ditemani oleh seorang guide tanpa biaya tambahan. Berdiri sejak tahun 1967, Danar Hadi juga membuat Museum Batik Danar Hadi yang memiliki 10.000 lembar kain, yang diresmikan di tahun 2002 oleh Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri. Batik-batik yang berada di dalamnya kebanyakan merupakan koleksi pribadi dari H. Santosa Doellah, ada batik-batik yang dibeli dari lelang, pemberian dari beberapa publik figur tenar, dan ada pula batik yang dibuat di workshop Danar Hadi. Karena kuantitasnya yang buanyak itu, museum ini juga masuk MURI.

2.     Pura Mangkunegara

Pura Mangkunegaran

Sebagai perwujudan dari Pangeran Sambernyawa yang sudah digembleng kerasnya kehidupan sejak kecil membuat Puro Mangkunegaran kokoh bertahan di tengah arus modernisasi. Istana Mangkunegaran (Bahasa Jawa: Purå Mangkunagaran) adalah istana resmi Kadipaten Praja Mangkunegaran dan tempat kediaman para penguasanya (Sampéyan Ingkang Jumeneng). Bangunan ini berada di Surakarta. Istana ini mulai dibangun pada tahun 1757 oleh Mangkunegara I dengan mengikuti model keraton. Secara arsitektur kompleks bangunannya memiliki bagian-bagian yang menyerupai keraton, seperti memiliki pamédan, pendapa, pringgitan, dalem, dan keputrèn. Seluruh kompleks dikelilingi oleh tembok, hanya bagian pamédan yang diberi pagar besi.

Pura ini dibangun setelah Perjanjian Salatiga yang mengawali pendirian Praja Mangkunegaran ditandatangani oleh kelompok Raden Mas Said, Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwana I), Sunan Pakubuwana III, dan VOC pada tahun 1757. Pangeran Sambernyawa, julukan bagi Raden Mas Said, diangkat menjadi “Pangeran Adipati” bergelar Mangkunegara I. Sebagaimana bangunan utama di Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta, Istana Mangkunegaran mengalami beberapa perubahan. Perubahan ini tampak pada ciri dekorasi Eropa yang populer saat itu.

3.     Pasar Klewer
 
Pasar Klewer
Pasar Klewer adalah pasar tekstil terbesar di Kota Surakarta. Pasar yang letaknya bersebelahan dengan Keraton Surakarta ini juga merupakan pusat perbelanjaan kain batik yang menjadi rujukan para pedagang dari Yogyakarta, Surabaya, Semarang, dan kota-kota lain di Pulau Jawa. Bangunan pasar dua lantai ini menampung 1.467 pedagang dengan jumlah kios sekitar 2.064 unit. Pasar Klewer tidak hanya sebagai pusat perekonomian, tetapi juga tujuan wisata dan simbol Kota Surakarta.

4.     Kraton Surakarta Hadiningrat


Keraton Surakarta adalah istana resmi Kasunanan Surakarta yang terletak di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana II pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan 1743.

Walaupun Kasunanan Surakarta tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia sejak tahun 1945, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sri Sunan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kerajaan hingga saat ini. Keraton ini kini juga merupakan salah satu objek wisata utama di Kota Surakarta. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kasunanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan contoh arsitektur istana Jawa tradisional yang terbaik.

5.     Masjid Agung Surakarta
 
Masjid Agung Surakarta

Masjid Agung Kraton Surakarta pada masa pra kemerdekaan adalah masjid agung milik kerajaan (Surakarta Hadiningrat) dan berfungsi selain sebagai tempat ibadah juga sebagai pusat syiar Islam bagi warga kerajaan. Masjid Agung dibangun oleh Sunan Pakubuwono III tahun 1763 dan selesai pada tahun 1768. Masjid ini merupakan masjid dengan katagori masjid jami’, yaitu masjid yang digunakan untuk salat berjamaah dengan ukuran makmum besar (misalnya Sholat Jumat ataupun Sholat Ied).

Dengan status sebagai masjid kerajaan, masjid ini juga berfungsi mendukung segala keperluan kerajaan yang terkait dengan keagamaan, seperti Grebeg dan festival Sekaten. Raja (Sunan) Surakarta berfungsi sebagai panatagama (pengatur urusan agama) dan masjid ini menjadi pelaksana dari fungsi ini. Semua pegawai masjid diangkat menjadi abdi dalem kraton, dengan gelar seperti Kanjeng Raden Tumenggung Penghulu Tafsiranom (untuk penghulu) dan Lurah Muadzin untuk juru adzan.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: 5 Lokasi Wisata Sejarah yang Dekat dengan Venue Muktamar Muhammadiyah Rating: 5 Reviewed By: Redaksi Ciamismu