Latest News
Sabtu, 11 Januari 2020

Pimpinan Muhammadiyah Sebagai Pelayan Umat

Muhammadiyah terus berupaya melayani umat. Dok: ciamismu


CIAMISMU.COM - Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar telah mewujudkan gerakan dakwah yang nyata bukan hanya sebatas kata-kata. Kita telah saksikan bahkan rasakan dengan kehadiran sejumlah amal usaha yang dibangun telah banyak membatu masyarakat dan bangsa ini. Sebagaimana diketahui bahwa dakwah nyata Muhammadiyah telah banyak hadir dalam bentuk amal usaha dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan yang lainnya.

Hal tersebut sudah menjadi watak dan karakter Muhammadiyah, bahwa dakwah itu bukan hanya sebatas lisan dan tulisan, tetapi ada yang lebih dari itu yaitu dakwah melalui perbuatan yang nyata dan memberikan contoh yang baik.

Tentu Muhammadiyah sebagai organisasi besar dan mapan di Indonesia, dakwahnya berbasis melayani umat. Apa yang menjadi persoalan umat, maka Muhammadiyah hadirkan solusi dengan berbagai gerakan nyata. Sebagai contoh, hadirnya Klinik, Balai Pengobatan, Rumah Sakit Muhmmadiyah diberbagai daerah, hadir untuk membantu dan melayani ummat.

Hal tersebut mencerminkan karakter yang harus dimiliki dan dibangun oleh setiap pimimpinan di Muhammadiyah. Bahwa seorang pimimpinan di Muhammadiyah adalah seorang pelayan umat, harus menjadi panutan karena sikapnya yang baik, budi pekertinya yang luhur, sehingga uswah hasanah untuk ummat.

Setiap pimpinan Muhammadiyah harus berorientasi melayani umat, bukan ingin dilayani oleh umat.  Berarti harus benar-benar ikhlas, mau berkorban siap berpikir dan bekerja, sebagaimana yang sudah menjadi moto Muhammadiyah selama ini, sedikit bicara banyak bekerja.

Menjadi pimpinan Muhammadiyah ketika datang ke daerah, atau ke struktur yang ada di bawahnya bukan untuk dilayani oleh umat atau kehadirannya menjadi beban untuk umat. Tetapi pimpinan Muhammadiyah hadir justeru untuk mendengarkan persoalan-persolan umat yang harus dibantu dan dicarikan solusinya. Jangan berpikir menjadi pemimpin di Muhammadiyah itu enak, ingin di berikan gaji, atau bahkan berpikir mencari untung seperti di perusahaan. Karena yang harus diingat Muhammadiyah bukalah sebuah perusahaan yang hadir untuk mencari laba yang sbesar-besarnya.

Atau ketika kehadiran pimpimpin Muhammadiyah ke daerah ingin dilayani secara eksklusuf, dilayani secara khusus, minta  ditempatkan di hotel berbintang, jamuan makanan yang mahal atau meminta fasilitas-fasilitas tertentu. Layaknya seorang pimpinan perusahaan yang harus dilayanin serba ekslusif. Sehingga pemimpin yang seperti itu bukan melayani rakyat tetapi ingin dilayani rakyat, bukan membantu tetapi malah membebani.

Tidak tepat kalau kemudian di Muhammadiyah ada pemimpin yang elitis, berjarak dengan ummat atau jama’ahnya. Seharusnya pemimpin Muhammadiyah  selalu dekat dengan umat dan jama’ahnya.

Pimpinan Muhammadiyah harus menjadi pelayan umat, ini tentu adalah sesuai yang diajarkan oleh Islam dan di contohkan oleh Nabi Muhmmad saw dan para sahabat. Seperti yang sering kita dengar, bagaimana kepemimpinan seorang Khalifah Umar bin Khatab, beliau berkeliling malam hari untuk melihat kondisi rakyatnya. Saat ada yang mengeluh kekurangan pangan, ia menolongnya dan memanggul karung gandum sendiri. Ini menunjukkan bahwa konsep kepemimpinan di dalam Islam yaitu seorang pemimpin adalah pelayan umatnya.

Sebagaimana diungkapkan oleh Prof. Dr. H. Haedar Nasir, M.Si. selaku ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui sebuah tulisannya dalam Suara Muhammadiyah e disi 01 1 – 15 Januari 2011 disambaikan bahwa, hal terpenting yang harus menjadi acuan dasar para pemimpin Muhammadiyah ialah, pertama nilai-nilai Islam termasuk di dalamnya akhlak islami wajib menjadi fondsai dalam kepemimpinan Muhammadiyah siapapun dan format apapun pemimpinnya. Kedua, spirit dan komitmen para pemimpin Muhammadiyah haruslah kuatdan optimal dalam menjalankan kepemimpinan yang dilandasai keikhlasan, pengkhidmatan dan amal shaleh untuk memajukan kemajuan umat dan bangsa melalui Muhammadiyah. Ketiga, konsisten antara nilai dan tindakan, kata dan perbuatan, niat dan praktik, ilmu dan amal, serta menunjukkan diri sebagai uswah hasanah yang otentik dan tidak dibuat-buat atau palsu (pencitraan).

Maka sudah selayaknya kepemimpinan Muhammadiyah di setiap level pimpinan ataupun oraganisasi otonom Muhammadiyah harus berorientasi kepada melayani umat. Seandainya masih ada pimpinan Muhammadiyah yang berorientasi ingin di layani umat, maka Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah islam akan mengalami kemunduran.

Penulis :
Irham Fathiyyah Shulha
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Ciamis

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Pimpinan Muhammadiyah Sebagai Pelayan Umat Rating: 5 Reviewed By: Redaksi Ciamismu