Latest News
Minggu, 31 Mei 2020

Hizbul Wathan: Membuat Gerakan Kepanduan di Indonesia Lebih Berwarna




CIAMISMU.COM - Kebangkitan kembalinya Hizbul Wathan paska Reformasi setidaknya bisa dikatakan turut mewarnai dinamika gerakan kepanduan di Indonesia. Khususnya lagi bagi proses kaderisasi ditubuh persyarikatan Muhammadiyah.

Apalagi selama puluhan tahun sejak turunnya  Kepres tahun 1961 yang berkenaan dengan peleburan seluruh organisasi kepanduan di Indonesia menjadi "Pramuka". Pramuka dianggap hanya memiliki “satu warna” dalam memandang nasionalisme.

Padahal Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, ras, dan agama yang mungkin saja memiliki beragam warna dalam mencintai Negeri ini. Selama tidak melanggar tatanan hukum yang ada, rasanya sungguh sangat menarik bila semua itu diakomodir. Layakanya Bhineka Tunggal Ika.

Apalagi dalam lintasan sejarah, Indonesia memiliki bergitu banyak warna kepanduan sebelum dileburkan menjadi satu oleh Presiden Soekarno. Bahkan diketahui,  jumlah organisasi kepanduan yang hadir ke istana saat akan disampaikannya keputusan peleberuan diketahui berjumlah 60.
Termasuk Hizbul Wathan,  sebuah gerakan kepanduan milik persyarikatan Muhammadiyah yang turut hadir dalam pertemuan tersebut. Padahal Organisasi kepanduan ini telah berdiri sejak tahun 1918 dan telah sukses mencetak kader umat dan bangsa.

Warna Islam Berkemajuan Menjadi Ciri Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan

Perlu diketahui, nama Hizbul Wathan diambil dari bahasa Arab yang artinya "Pembela Tanah Air". Memperhatikan penamaannya dan realita saat itu, rasanya KH Ahmad Dahlan sebagai penggagas Hizbul Wathan bisa dibilang memiliki visi berkaitan dengan nasionalisme.

Selain itu, Pemilihan nama yang berbahasa Arab rasanya juga bisa ditafsirkan sebagai upaya simbolik mencintai tanah air ini dalam perspektif Islam. Walaupun Islam itu belum tentu Arab, setidaknya keeratan sejarah peradaban Islam dan Arab menjadi benang merahnya.

Apalagi kalau melihat kiprah Muhammadiyah dan segala macam turunannya (AUM, Ortom, dll) seratus tahun kemudian. Kita sadar bahwa nilai keislaman yang dibawa persyarikatan ternyata memberikan sumbangsih yang tidak kecil bagi negeri ini.

Kembali ke sejarah, Terinspirasi dari aksi baris berbaris sekolompok pemuda di Mangkunegaran. KH Ahmad Dahlan tampaknya berkeinginan mewadahi para pemuda dikalangan Muhammadiyah dalam wadah yang serupa.

Hasilnya terbentuklah Hizbul Wathan dengan segala macam kekhasannya. Termasuk menjadi wadah kaderisasi yang memberikan sumbangsih untuk tanah air dan persyarikatan.

Panglima besar Jenderal Sudirman adalah contoh kader bangsa didikan Hizbul Wathan. Dimana sebelum bergabung dengan militer, Sudirman muda dikenal aktif di Hizbul Wathan serta dikenal sebagai Guru dan da'i Muhammadiyah di karesidenan Banyumas.

Oleh karena itu, bila hadirnya Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di Sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah hari ini. Rasanya jelas turut mewarnai dinamika gerakan kepanduan di Indonesia. Dimana nilai kedisiplinan serta kecakapan seperti berkemah, tali temali, dan lain sebagainya diperkuat oleh nilai keislaman yang agung.

Adapun hubungan Hizbul Wathan dan Pramuka layaknya teman sejawat dalam mendidik kader bangsa. Sehingga keduanya itu harus dilihat sebagai upaya saling melengkapi dan mewarnai dinamika gerakan kepanduan di Indonesia. Sehingga banyak cara dalam mencintai dan membela tanah air ini.

Oleh:

Waskito Hartono

Guru SMK Muhammadiyah 1 Banjarsari dan Pernah Mengikuti Jaya Melati 1 Ciamis.

Baca Juga: Alur Publikasi Artikel di Ciamismu
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Hizbul Wathan: Membuat Gerakan Kepanduan di Indonesia Lebih Berwarna Rating: 5 Reviewed By: Redaksi Ciamismu