Latest News
Selasa, 21 Juli 2020

Hagia Shopia: Antara Gereja, Masjid, Museum, dan Masjid Kembali




CIAMISMU.COM - Sobat Ciamismu.com, beberapa hari ini kita disuguhkan dengan pemberitaan Hagia Shopia yang bersejarah diubah oleh pemerintah Turki menjadi Masjid. Sikap berbagai pihak atas upaya pemerintah Turki tersebut pastinya menimbulkan pro-kontra.

Beragam argumen yang dikemukakan oleh pihak-pihak yang menolak, namun pemerintah Turki nampaknya juga tidak bergeming dan tetap dalam berjalan dengan keputusannya. So, dari pada kita sibuk tercebur ke yang kontra dan pro. Berikut fakta tentang Hagia Shopia yang bisa redaksi Ciamismu sob. Monggo diserubut !!!

Hagia Shopia Pernah Dikonversi  Menjadi Gereja Katolik

Hagia Shopia atau sering juga sering disebut juga dengan Aya Sofiya menjadi Gereja itu dari tahun 537 M – 1453 M. Usia yang panjang sebagai gereja, ternyata bangunan ini pernah mengalami beragam peristiwa. Termasuk berkaitan dengan dinamika internal diantara kaum Nasrani itu sendiri.

Salah satunya terjadi ketika perang salib keempat. Singkatnya, Tentara Salib pada tahun 1204 M menjarah dan menodai Konstantinopel, Ibu Kota Bizantium. Sehingga Hagia Shopia yang berada di tengah kota tersebut tidak luput untuk dijarah kembali.

Berhubung tentara salib yang berasal Eropa Barat merupakan Katolik dan Kekasiaran baru telah didirikan oleh mereka. Wajar saja, bila Hagia Shopia yang dulunya Gereja Ortodoks dikonversi menjadi Gereja Katedral Katolik Roma. Bahkan Baldwin I dimahkotai menjadi Kaisar ya di Hagia Shopia.

Namun demikian, setelah dikuasai oleh orang-orang Latin tersebut tidak ada perlawanan dari masyarakat Bizantium. Singkatnya, tahun 1261 M Konsantinopel bisa direbut kembali dan Hagia Shopia dikembalikan seperti sebelumnya.

Kaum Muslimin Tetap Mempertahankan Kesucian Hagia Shopia

Turki Utsmani dibawah pimpinan Sultan Mehmed II sukses menaklukan Konstantinopel pada tahun 1453 M. Dimana dalam penaklukan tersebut sultan Turki tersebut diceritakan bersikap sangat bijak.

Umat kristiani yang tinggal di Konstantinopel diperlakukan dengan baik dan Hagia Shopia tetap dijaga kesuciannya. Dimana bangunan dan Nama Hagia Shopia tetap dipertahankan dan dijaga sebagai tempat ibadah yang suci, hanya diubah yang tadinya Gereja menjadi Masjid.

Simbol-sombol kekereistenan hanya ditutupi kain atau dipleseter. Paling hanya ditambahkan kaligrafi, mihrab, dan bangunan menara. Sehingga kumandang Adzan bisa terdengan seantero Konstantinopel yang dikemudian hari akan dikenal dengan Istanbul.

Perubahan Masjid Menjadi Museum dan Masjid Kembali di Masa Republik

Setelah kekalahan perang Dunia I, pergolakan internal Turki memaksa Kekhalifahan yang telah berabad-abad berdiri harus bubar pada tahun 1922 M. Bentuk pemerintah yang tadinya Monarki berganti menjadi Republik dengan Mustafa Kemal Pasha sebagai Presiden pertamanya.

Adanya perubahan system pemerintahan tersebut nampaknya tidak mau meninggalkan Hagia Shopia menuju perubahan. Hagia Shopia yang tadinya Masjid selama berabad-abad harus kembali berubah menjadi museum. Bahkan dikemudian hari bangun tersebut pada tahun1985 dikategorikan sebagai situs warisan dunia UNESCO.

Rezim silih berganti di Republik Turki. Namun tidak ada perubahan yang begitu fantastis untukk Hagia Shopia. Hingga pada tahun 2020, kita dihebohkan dengan keputusan Pemerintah Turki yang merubah Hagia Shopia menjadi kembali. Hal ini menambah panjang catatan sejarah Hagia Shopia dari Gereja, Masjid, Museum, dan Masjid kembali,

So, berikut uraian singkat yang bisa redaksi Ciamismu.com susun. Dukung kami dengan terus ikuti artikel-artikel kami ya sob!!!.

Sumber:



  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Hagia Shopia: Antara Gereja, Masjid, Museum, dan Masjid Kembali Rating: 5 Reviewed By: Redaksi Ciamismu