Latest News
Minggu, 27 September 2020

Apakah Bersentuhanya Kulit Laki-Laki dan Perempauan Membatalkan Wudhu?

 




CIAMISMU.COM – Berkenaan dengan apakah bersentuhannya kulit lak-laki dan perempuan itu membuat wudhu kita batal atau tidak. Permasalahan tersebut termasuk salah satu topik fiqih yang sering dibingungkan oleh masyarakat.

Terutama dalam ruang lingkup masyarakat yang bermacam-macam latar belakang keagamaannya. Ada yang berpendapat bahwa bersentuhannya kulit laki-laki dan perempuan itu mutlak membatalkan wudhu dan ada pula yang memahami sebaliknya.

untuk mengetahui mana yang lebih tepat, tentu upaya kita adalah mengkaji argumen masing-masing dengan mengembalikan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah al-Maqbulah.

Silang Pendapat yang Berakar Pada Nash yang Sama

Silang pendapat soal batal tidaknya wudhu ketika laki-laki dan perempuan bersentuhan kulit, ternyata bersumber dari teks Al-Qur’an yang sama, yaitu Al-Maidah ayat 6. Dimana ayat tersebut dalam  salah satu lafadznya dimaknai secara beragam. Terlepas dari itu adapun bunyi ayat yang dimaksud adalah sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); ...” (QS. Al Ma-idah: 6)

Pada ayat tersebut sekali lagi. Secara umum telah menjelaskan ketentuan yang berkaitan dengan wudhu, termasuk dengan hal-hal yang membatalkannya.

Hanya saja, berkaitan dengan lafadz aw lamstumun nisa (أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ) ditafsirkan berbeda. Bagi yang memahami bahwa bersentuhannya kulit lak-laki dan perempuan membatalkan wudhu lafadz tersebut dimaknai bersentuhan kulit secara langsung anatara laki-laki dan perempuan.

Sedangkan bagi yang memahami bahwa bersentuhannya kulit laki-laki dan perempuan tidak membatalkan wudhu lafadz aw lamstumun nisa diartikan sebagai hubungan suami istri. Sehingga dalam prakteknya dipahami bahwa yang membatalkan wudhu itu bukan bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan tapi hubungan suami istri.

Kedua kutub pemahaman diatas sama-sama dipegangi oleh para Sahabat dan Ulama. Umar bin Khatab, Ibnu Mas’ud, dan Ulama Syafi’iyah memegangi bahwa bersentuhan antara kulit laki-laki dan perempuan membatalkan wudhu. Sedangkan dilain pihak terdapat Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, dan Ulama Hanafiyah memahami bersentuhan kulita laki-laki dan perempuan tidak memabtlkan wudhu.

Pendapat yang Lebih Rajih

Mengenai pendapat yang dianggap lebih rajah (kuat) berdasarkan referensi utma kami. Pendapat yang menyatakan bersentuhannya kulit laki-laki dan perempuan  tidak membatalkan wudhu adalah pendapat yang lebih kuat.

Dimana ada hadis Aisyah yang sedang shalat dan bersentuhan dengan Nabi Muhammad tapi tidak membatalkan shalat beliau atau dengan kata lain bukan penyebab batalnya wudhu. Adapun bunyi hadis yang dimaksud sebagai berikut:

فَقَدْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً مِنَ الْفِرَاشِ فَالْتَمَسْتُهُ فَوَقَعَتْ يَدِي عَلَى بَطْنِ قَدَمَيْهِ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ وَهُمَا مَنْصُوبَتَانِ(رواه المسلم و الترمذى وصححه)

Artinya: “pada suatu malam saya kehilangan Rasulullah saw dari tempat tidur, kemudian saya merabanya dan tanganku memegang kedua telapak kaki Rasulullah yang sedang tegak karena beliau sedang sujud.” (HR. Muslim dan Tirmidzi serta mensahihkannya).

Kesimpulan: Berdasarkan dari penjelasan di atas, bernsentuhannya kulit laki-laki dan perempuan itu tidak membatalkan wudhu.

Oleh: Waskito Hartono, S.Th.i

Sumber: Fatwa Tarjih Or Id

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Apakah Bersentuhanya Kulit Laki-Laki dan Perempauan Membatalkan Wudhu? Rating: 5 Reviewed By: Redaksi Ciamismu